Resep Ayam Geprek Sambal Korek

Posted on 09/15/2017 By

[ad_1]



Saya termasuk manusia rajin jika berurusan dengan merawat gigi: tidak pernah lupa menggosok gigi jika hendak tidur, selalu menggunakan dental floss, menggunakan sikat gigi yang lembut, banyak makan buah dan sayur yang kaya serat, tidak terlalu suka makanan manis. Namun tetap saja gigi saya selalu bermasalah, seperti di minggu ini. Sejak dua minggu terakhir, gigi geraham atas yang pernah mendapat perlakuan root canal treatment sekitar 2 tahun lalu, kini mulai terasa ‘nyut-nyutan’ terutama jika dipakai mengunyah makanan keras. Puncaknya saat Lebaran Idul Adha beberapa minggu yang lalu. Walau tahu sate daging kambing yang dipanggang kala itu terasa agak alot, saya tetap menyantapnya dan akibatnya kini baru terasa. 


Dua hari yang lalu gigi bermasalah ini mulai meradang, gusinya membengkak dan sakitnya bukan main. Semalaman saya tidak bisa memejamkan mata. Segelas air garam yang saya pakai untuk berkumur-kumur selama beberapa menit sekali tak jua mampu mengurangi tobatnya nyeri. Untungnya sekitar jam tiga pagi rasa sakit yang menyiksa ini berkurang sehingga saya bisa tidur hingga pagi hari menjelang.  Saya berusaha menahan diri tidak ke klinik gigi karena, “Mana tahan dengan ongkosnya?!” Tapi akhirnya saya menyerah. Kemarin saya berkunjung di dua klinik gigi untuk menuntaskan masalah ini hingga ke akar-akarnya. 😓


Resep Ayam Geprek Sambal Korek




Sore hari sebelumnya saya telah menelpon klinik gigi langganan di Kemang. Telah dua kali saya melakukan perawatan saluran akar disana jadi mereka memiliki rekam jejak dan juga hasil x-ray terdahulu. Sayangnya semua dokter sudah full book di hari Rabu, dan dokter gigi yang biasa menangani saya hanya memiliki waktu praktek di hari Minggu. Rasa sakit ini tak mungkin menunggu hingga weekend tiba, jadi akhirnya saya membuat appointment di hari Kamisnya. Malam hari kala gusi ini sedang meradang-meradangnya, dan rasa sakit yang membuat kepala pening dan telinga nyut-nyutan, saya lantas browsing dan menemukan klinik gigi lainnya di Mampang. Nama kliniknya OMDC yang merupakan singkatan dari Oktri Manessa Dental Center. Reviewnya terbaca cukup oke di internet, dan ketika saya mengontak adik saya, Wiwin, untuk mendapatkan infonya, ternyata keluarga adik saya sering berobat disana. “Kliniknya bagus, dokternya ramah dan harganya terbilang murah,” adalah review yang dia berikan. Tak membuang waktu saya lantas menelpon klinik ini melalui Instagramnya dan membuat janji. 

Rabu pagi, pukul sepuluh, saya pun meluncur ke klinik gigi OMDC dari kantor. Ciri khas klinik gigi ini adalah warna interiornya yang dominan fuchsia.  Karena semua dokter spesialis full book hari itu maka saya ditangani terlebih dulu oleh dokter gigi umum. Pengecekan dilakukan, bukan hanya spesifik satu gigi geraham yang bermasalah itu saja tetapi semua gigi di mulut saya, termasuk kondisi tambalan dan karang gigi. Uniknya di OMDC adalah dokter akan menujukkan kondisi gigi kita melalui monitor yang tersambung dengan kamera sehingga kita bisa langsung melihat masing-masing gigi dan gusi. Pengecekan berlangsung menyenangkan, dokter dengan ramah menjelaskan perawatan apa yang harus saya lakukan, dan seperti dugaan saya, beliau kemudian merujuk saya ke dokter spesialis untuk menangani gigi geraham tersebut. “Nanti saya berikan surat permintaan x-ray ya, jadi tidak perlu bolak-balik lagi ketika diperiksa oleh dokter spesialis.” Waktu itu saya berpikir bahwa x-ray bisa dilakukan langsung di klinik, belakangan baru saya tahu jika x-ray harus dilakukan di rumah sakit rekanan karena OMDC tidak memiliki alat ini. 😖 

Resep Ayam Geprek Sambal Korek

Karena sudah terlanjur nyaman duduk di kursi periksa, dan jam juga masih menunjukkan pukul dua belas siang, akhirnya saya memutuskan untuk membersihkan karang gigi (scaling) dan memperbaiki tambalan yang turun sekalian. Proses scaling berjalan menyenangkan dan cepat, dokter kemudian menunjukkan hasilnya di cermin dan monitor. Pekerjaan selanjutnya adalah membongkar tambalan gigi geraham bawah yang mulai cekung dan tidak nyaman, kemudian menambalnya kembali dengan composite resin. Saya terus terang puas dengan pekerjaan dokter yang rapi, teliti dan dikerjakan dengan seksama. Selain itu, ketika melakukan pembayaran di kasir, jantung saya tidak terkaget-kaget melihat kwitansinya. Biaya scaling menurut saya sangat murah dibandingkan klinik-klinik lainnya, hanya 198 ribu rupiah untuk rahang atas dan bawah. Sementara untuk bongkar dan pasang tambalan saya harus membayar 99 ribu dan 299 ribu rupiah. So far cukup oke dan reasonable dibandingkan klinik langganan sebelumnya. 

Sayangnya, OMDC tidak memiliki alat x-ray, ini kelemahan yang membuat klinik gigi saya sebelumnya lebih unggul. Tanpa alat ini maka kita harus menuju ke rumah sakit rekanan klinik untuk pengambilan foto rontgen gigi, baru kemudian melakukan appointment kembali dengan dokter gigi spesialis. Karena kendala ini, dan enggan menuju rumah sakit untuk x-ray, akhirnya di pukul tujuh malam saya kembali ke klinik gigi langganan. Kebetulan janji saya di hari Kamis dimajukan ke hari Rabu, jadi dalam satu hari itu saya pergi ke dua klinik gigi.  Kali ini saya langsung diperiksa oleh dokter gigi spesialis. Walau klinik telah memiliki rekam jejak pemeriksaan terdahulu termasuk hasil x-ray, dokter tetap meminta dilakukan foto gigi yang hanya memerlukan waktu 10 menit saja. Klinik gigi langganan saya ini sangat ramai dan seringkali full book, sehingga terkadang kita harus memesan tempat dua hari sebelumnya. 

Resep Ayam Geprek Sambal Korek

Menurut dokter masalah gigi saya bukan pada akar gigi, karena geraham yang mendapatkan perawatan saluran akar sebelumnya terlihat baik-baik saja di foto. Kemungkinan besar menurut beliau karena gusi yang naik, atau tulang penopang gusi yang turun, sehingga sisa makanan masuk terlalu dalam, sulit dijangkau dengan sikat gigi, atau dental floss, dan terjadilah infeksi. Tindakan yang dilakukan kemudian adalah scaling gigi yang lebih dalam hingga ke bawah gusi, kemudian dilakukan kuret untuk membersihkan jaringan gusi yang terinfeksi. Proses itu tentu saja menyakitkan, namun dengan beberapa suntikan bius lokal, maka saya tidak merasakan sakit sedikitpun. Prosesnya hanya sekejap, 30 menit, dibandingkan dengan waktu tunggu yang mencapai satu setengah jam. Namun proses sekejap itu menguras kocek saya sebesar sembilan ratus ribu rupiah. Tobat! 

Dokter meminta saya untuk melakukan kontrol di minggu depan untuk melihat progress-nya, namun dengan dompet yang jebol setelah berkunjung di dua klinik dalam satu hari dan tanggal gajian yang masih lama, sepertinya saya akan skip saja sesi kontrol tersebut. Untungnya dengan beberapa obat yang diberikan maka bengkak di gusi berangsur lenyap. Gigi saat ini sudah bisa digunakan untuk mengunyah makanan lunak, dan tidak terlalu terasa nyeri seperti sebelumnya.  Alhamdulillah. 😂

Resep Ayam Geprek Sambal Korek


Yah, begitulah petualangan saya di klinik gigi minggu ini yang membuat kantong bolong, sekarang kita menuju ke resep hari ini yaitu ayam geprek. Di kantor saya beberapa waktu ini sedang ngetrend dengan makanan ini. Ayam berbalut tepung yang digoreng crispy, dan kemudian dihancurkan dan diaduk bersama sambal yang super duper pedas. Umumnya menggunakan sambal korek, alias sambal bawang, namun beberapa warung ayam geprek lainnya menyediakan jenis variasi sambal seperti sambal cabai hijau, sambal terasi atau sambal tomat. Beberapa warung lainnya juga menaburkan keju mozarella yang meleleh-leleh di permukaannya. Saya tidak terlalu berminat dengan versi berkeju, namun jika anda ingin mencoba maka cukup taburkan parutan keju yang mudah meleleh ketika ayam masih dalam kondisi panas. 

Nah membuat makanan ini sebenarnya mudah, kuncinya adalah menggoreng ayam hingga garing dan crispy sehingga mudah dihancurkan atau digeprek menjadi serpihan kecil dan diaduk bersama sambalnya. Kendala utamanya adalah seringkali ayam susah matang hingga ke bagian tengah, basah, bahkan masih berdarah jika digoreng dalam balutan tepung seperti ini. Tips suksesnya adalah menggunakan ayam muda berukuran kecil atau gunakan fillet dada atau paha yang tipis. Di resep ini saya menggunakan ayam kampung supermarket yang sebenarnya mirip-mirip dengan ayam potong ukuran kecil yang banyak dijual di pasar tradisional. Sebaiknya potong ayam menjadi 4 atau 6 bagian agar mudah garing, di resep ini saya memotongnya menjadi 2 bagian, akibatnya ayam masih susah matang dan tidak terlalu kering hingga di bagian dalamnya. 

Resep Ayam Geprek Sambal Korek


Untuk balutan tepungnya, bisa menggunakan tepung bumbu siap pakai yang banyak dijual di supermarket. Saya sendiri menggunakan campuran aneka tepung untuk menghasilkan gorengan yang garing dan renyah. Hasilnya tidak terlalu bad, walau kurang empuk bagi gigi saya yang bermasalah. Sebelum ayam dibalut dengan tepung maka potongannya direndam dulu dengan bumbu halus, sebaiknya rendam selama beberapa jam atau semalaman di kulkas, agar bumbu terserap baik dan membuat serat daging lebih lunak dan mudah matang ketika digoreng. Kemudian potongan ayam dibalur dengan campuran tepung dan digoreng dalam minyak banyak hingga garing. Apakah bisa menambahkan telur di adonan? Yep, jika ingin menggunakan telur maka tambahkan di bumbu rendaman ayam, baru kemudian ayam dibalur tepung. Telur mungkin akan membuat tepung menjadi lebih empuk, entahlah, yang jelas di resep ini saya tidak mempergunakannya. 

Kendala membuat makanan seperti ini adalah penggunaan minyak yang banyak kala menggoreng. Ayam sebaiknya tenggelam dalam minyak panas agar permukaannya matang merata, balutan tepung menjadi kering dan crispy. Sebagian sisa minyak dipergunakan untuk mematangkan sambal korek di cobek, sebagian lainnya masih tergeletak didapur, menunggu waktu untuk dibuang. Saya jarang menggunakan minyak banyak saat menggoreng, dan tidak pernah menggunakan minyak bekas untuk dipakai ulang, namun untuk kasus ini perlu dilakukan.

Resep Ayam Geprek Sambal Korek
Sambal korek
Resep Ayam Geprek Sambal Korek
Cobek dan hotplate kiriman Mbak Indah Faiqoh, Muntilan

Nah untuk sambalnya, super simple. Bahan utama sambal korek hanya berupa cabai rawit, bawang putih, garam dan minyak panas bekas menggoreng ayam. Minyak panas wajib hukumnya agar cabai dan bawang menjadi matang sehingga tidak mengeluarkan aroma langu, namun kondisinya masih tetap terlihat fresh. Tips Ibu saya untuk mengurangi rasa pedas cabai rawit yang tobat panasnya tanpa mengurangi porsi sambal, biasanya dengan mencampurkan cabai rawit dengan cabai merah keriting. Memang menikmati ayam geprek harus diiringi dengan segunung sambal agar tampilannya menggugah selera dan membaluri setiap inci serpihan ayam.  Jangan lupa juga untuk menyediakan bergunung-gunung nasi hangat, dan sepitcher es teh manis untuk mendinginkan lidah dan mulut yang terbakar.

Di akhir artikel saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Mbak Indah Faiqoh dari Muntilan yang telah mengirimkan sebuah cobek lucu, dan hot plate dengan goresan tulisan JTT dan nama saya di permukaannya. Keduanya sudah berbulan-bulan lalu saya terima namun belum mendapatkan kesempatan untuk ditampilkan di blog. Mbah Indah memiliki kerajinan batu di Muntilan bernama Cobek Store, koleksinya bisa dicek di Instagram @faiqohindah, atau bisa juga kontak WA ke 0877-0545-6500, jika berminat untuk memesannya.

Berikut resep dan proses ayam geprek sambal korek ya. 

Resep Ayam Geprek Sambal Korek


Ayam Geprek Sambal Korek

Resep hasil modifikasi sendiri

Bahan:

– 1 ekor ayam negeri ukuran kecil berat sekitar 700 gram, potong menjadi 4 bagian

– minyak yang banyak untuk menggoreng ayam

Bumbu dihaluskan:

– 3 siung bawang putih

– 3 butir kemiri

– 2 sendok teh ketumbar

– 1 cm kunyit

– 1/2 cm jahe

– 1 sendok makan air jeruk nipis/lemon

– 1 sendok teh garam

– 1 butir telur ayam, kocok lepas (optional, saya tidak pakai)

Bumbu dan bahan tepung:

– 4 sendok makan tepung terigu

– 3 sendok makan maizena

– 1 sendok makan tepung sagu/tapioka

– 1 sendok teh baking powder double acting

– 1/2 sendok teh garam halus

– 1/4 sendok teh merica bubuk

– 1 sendok teh bawang putih bubuk (optional)


* Bisa menggunakan tepung bumbu siap pakai.

Bahan sambal korek:

– 15 buah cabai rawit merah
– 5 buah cabai merah keriting

– 5 siung bawang putih

– 3 – 5 sendok makan minyak panas bekas menggoreng ayam

– 1 sendok teh garam

Cara membuat:

Resep Ayam Geprek Sambal Korek


Siapkan mangkuk, masukkan semua bumbu dan bahan tepung, aduk rata dan sisihkan.


Siapkan blender dry mill, masukkan semua bumbu halus kecuali telur kocok. Tambahkan sekitar 30 ml air agar blender mau berfungsi, proses hingga smooth. Sisihkan. 


Siapkan ayam, gosok permukaannya dengan garam dan air jeruk nipis, cuci bersih. Potong menjadi 4 atau 6 bagian. Masukkan ayam ke mangkuk, tuangkan semua bumbu halus, tambahkan telur kocok jika pakai. Lumuri ayam hingga merata dan diamkan minimal 2 jam di kulkas, atau maksimal selama semalam.

Keluarkan ayam dari kulkas. Masukkan ke mangkuk berisi tepung. Lumuri permukaan ayam dengan tepung berbumbu, tekan-tekan hingga tepung menempel rata. 

Panaskan minyak yang agak banyak di wajan. Masukkan ayam hingga tenggelam ke dalam minyak. Goreng dengan api sedang hingga permukaannya garing, kering dan crispy. Angkat dan tiriskan. Sisihkan.


Membuat sambal korek:

Resep Ayam Geprek Sambal Korek


Siapkan cobek, haluskan cabai rawit, cabai merah keriting, bawang putih, dan garam, tuangkan minyak yang panas bekas menggoreng ayam. Jika minyak di wajan berkurang panasnya, panaskan kembali agar sambal bisa matang. 

Aduk sambal dan minyak hingga rata. Cicipi rasanya, tambahkan garam jika kurang asin. Tuangkan sebagian sambal ke mangkuk, sisakan sekitar 2 sendok makan sambal di cobek. Letakkan ayam goreng diatas sambal di cobek, tumbuk ayam hingga menjadi serpihan kasar. Tuangkan ayam dipiring saji, tambahkan sambal di permukaan ayam, sajikan dengan nasi panas.  Super yummy! 



[ad_2]
Source link

قالب وردپرس

Tanya & Komentar

Artikel     AYAM, Geprek, Korek, Resep, Sambal