Resep Ayam Panggang dengan Sambal Andaliman

Posted on 08/31/2017 By

[ad_1]


Libur sehari di Hari Kemerdekaan saya sebenarnya berencana hendak membuat cupcake dengan buttercream merah putih. Sepertinya lucu untuk dihadirkan di JTT dalam rangka merayakan hari ulang tahun Indonesia. Semua bahan ada, bahkan cup-nya sudah saya koleksi sejak jaman baheula dengan aneka jenis dan warna. Tapi semangat berkebun saya sedang ‘high’ akhir-akhir ini dan beberapa tanaman memerlukan penggantian media, jadi sejak pukul enam pagi hanya dengan daster menempel di badan, saya sudah duduk mendeprok di halaman rumah dan mengganti pot-pot jelek dengan yang baru saja dibeli di pameran tanaman. Beberapa media terpaksa diganti dengan yang lebih porous karena tanaman hias umumnya menyukai media yang super gembur dengan komposisi tanah yang tidak terlalu banyak. 


Mengutak-atik tanaman, dan mengganti pot adalah bagian pekerjaan berkebun yang bagi beberapa orang berusaha dihindari, namun saya sukai. Kegiatan ini membuat pikiran rileks, dan waktu berjalan dengan cepat sehingga ketika semua pekerjaan selesai matahari telah condong ke barat. Akhirnya cupcake hanya tinggal wacana, seperti halnya semua rencana-rencana saya lainnya saat hendak mengekesekusi satu resep. Akhir cerita bisa ditebak, libur hari itu berakhir tanpa ada satu makanan pun dibuat, namun hati ini tetap merasa puas kala melihat pot-pot berisi tanaman yang cantik berjajar rapi didepan rumah dalam sebuah rak kayu. Cupcake dengan hiasan buttercream sepertinya harus menunggu kesempatan lainnya untuk dieksekusi. Tobat!

Resep Ayam Panggang dengan Sambal Andaliman
Resep Ayam Panggang dengan Sambal Andaliman


disini, menambah beberapa koleksi tanaman di rumah Pete. Plus, cerita saya yang menggebu-gebu di kantor, membuat salah satu direktur saya, Pak Freddy, berjanji memberikan koleksi kaktus-kaktusnya yang ‘segambreng’. Beliau pecinta tanaman sejati, terutama tanaman unik seperti kaktus, kantung semar (Nepenthes), air plant (Tillandsia), anggrek species, dan tanaman yang  tidak umum lainnya. Untungnya, saat ini Pak Freddy mulai merasa bosan dengan beberapa kaktus yang telah dirawatnya bertahun-tahun di rumah, sehingga beberapa pot bisa saya adopsi. 😁



Selama tiga hari bertutut-turut hingga hari ini, saya memperoleh lima pot kaktus yang setiap pagi diletakkan di meja kerja. Masing-masing berukuran cukup jumbo, dan jika harus membelinya di pameran maka lumayan menguras kantong. Saya pulang kerumah dengan hati riang. Semoga semua kaktus tersebut mampu bertahan di rumah Pete, mengingat sudah banyak kaktus tewas di tangan saya. Gubrak!

Resep Ayam Panggang dengan Sambal Andaliman
Andaliman (merica Batak)/Sichuan pepper
Resep Ayam Panggang dengan Sambal Andaliman


Wokeh sekarang menuju ke ayam panggang dengan sambal andaliman yang makanannya sendiri sudah habis saya sikat sejak minggu lalu. Ayam panggang ini super duper sedap, dengan rasa unik andaliman alias merica Batak yang memberikan sensasi kebas dan getar yang unik di lidah. Sambal andaliman merupakan salah satu menu khas Sumatera Utara yang bagi orang Batak sepertinya tidak seru menyantap nasi jika tidak ditemani dengan sambal ini. Pendapat ini adalah menurut rekan kantor saya yang bersuku Batak dan sering membeli andaliman di pasar. Biji-biji andaliman cukup sulit diperoleh dipasaran, saya mendapatkannya dari Mbak Shinta, salah satu pembaca JTT yang minggu lalu mengirimkan paketnya ke kantor. Sebagian andaliman saya pergunakan untuk membuat arsik ikan mas, dan sebagian lainnya saya buat menjadi ayam panggang dengan sambal andaliman. Sisa andaliman masih lumayan banyak, dan saat ini tersimpan di freezer. Andaliman mengandung hydroxy alpha sanshool yang memberikan aroma dan rasa yang khas, serta sensasi kebas dan getar dimulut. Jika disimpan begitu saja disuhu ruang atau chiller maka butiran buah mudah kehilangan aroma dan rasa uniknya, namun disimpan dalam freezer mampu membuatnya bertahan cukup lama. 

Resep Ayam Panggang dengan Sambal Andaliman


Untuk membuat ayam panggang dengan sambal andaliman ini sangat mudah, kita bisa mempergunakan  ayam negeri atau ayam kampung. Ayam bisa dibiarkan utuh atau dipotong-potong sesuai selera dan dimasak dalam bumbu rebusannya. Jika tidak memiliki andaliman  maka skip saja bumbu ini, walau rasa masakan menjadi kurang istimewa namun rasanya tetap lezat. Saya memasak ayam di dalam pan keramik hingga air rebusan habis dan ayam menjadi matang sampai tulangnya, baru kemudian dipanggang hingga kecoklatan di oven, diatas kompor atau bara arang. Nah karena pan keramik juga bisa dimasukkan kedalam oven, maka saya memanggang si ayam langsung bersama pan-nya ke dalam oven hingga kering dan bumbu melekat sempurna. Pan ini hadiah dari adik saya, Wiwin, sejak beberapa tahun lalu. Adik saya membelinya di Ace Hardware kala sedang sale akhir tahun. 


Bau masakan yang sedap menguar ke seisi rumah, membuat perut terasa keroncongan dan rice cooker pun langsung beraksi memasak segentong nasi. Masakan simple seperti ini memang membuat nafsu makan justru makin berlipat ganda, dan ayam panggang ini saya akui mantap rasanya. Jadi apakah salah jika satu ekor ayam dan sepanci nasi rice cooker saya sikat sendiri ? 😆

Resep Ayam Panggang dengan Sambal Andaliman


Jika anda tidak memiliki pan keramik seperti ini, maka ayam cukup ditata di permukaan loyang dan panggang dioven pada suhu 180’C hingga kering dan kecoklatan permukaannya. Atau ayam juga bisa dipanggang di pan anti lengket diatas kompor, pemanggang sate atau bara api lainnya. Apakah ayam tetap sedap tanpa dipangggang? Yep, skip proses pemanggangan jika terasa ribet, tapi saya akui ayam dengan bumbu kering, dan kesat terasa lebih sedap dibandingkan versi basahnya. 


Berikut resep dan prosesnya yang mudah ya. 

Resep Ayam Panggang dengan Sambal Andaliman



Ayam Panggang dengan Sambal Andaliman

Resep hasil modifikasi sendiri

Bahan:

– 1 ekor ayam negeri, potong menjadi 8 bagian atau biarkan utuh

– 1 butir jeruk nipis
– 1 sendok makan garam

Bumbu dihaluskan:

– 10 buah cabai rawit hijau

– 5 buah cabai rawit merah

– 5 buah cabai merah keriting

– 4 siung bawang putih

– 7 siung bawang merah

– 1 1/2 sendok makan andaliman/merica Batak/Sichuan pepper

– 4 butir kemiri dibakar/sangrai

Bumbu dan bahan lainnya:

– 500 ml air

– 1 sendok teh garam

– 1 sendok makan gula jawa, sisir halus

– 1 butir jeruk nipis, peras airnya

Cara membuat:

Resep Ayam Panggang dengan Sambal Andaliman


Siapkan ayam, gosok permukaan kulit dan rongga perutnya dengan air jeruk nipis dan garam, cuci bersih. Potong menjadi 8 bagian atau biarkan utuh, sisihkan.


Siapkan panci/pan anti lengket, masukkan semua bumbu halus, air, garam, gula dan jeruk nipis. Tata potongan ayam diatasnya. Tutup panci. Rebus dengan api kecil hingga air menyusut habis dan kering. Jika kuah hampir habis, cicipi rasa masakan, sesuaikan rasa asin dan manisnya, kemudian masak kembali sampai air benar-benar habis.  Angkat ayam.

Siapkan alat pemanggang/pembakar atau pan anti lengket di permukaan kompor. Panaskan. Panggang ayam hingga permukaannya kecoklatan dan terbakar. Balikkan ayam dan panggang sisi sebelahnya. Angkat ayam. 


Karena pan saya terbuat dari keramik dan bisa langsung masuk ke dalam oven, maka pan berisi ayam langsung dipanggang di oven dengan suhu 180’C hingga permukaannya kering dan kecoklatan. Potongan ayam juga bisa ditata di loyang dan panggang di oven. Sajikan ayam panggang sambal andaliman dengan nasi panas. Super duper yummy!


Sumber:
Wikipedia Indonesia – Andaliman 
Wikipedia – Hydroxy alpha sanshool



[ad_2]
Source link

قالب وردپرس

Tanya & Komentar

Artikel     Andaliman, AYAM, dengan, Panggang, Resep, Sambal