Resep Bolu Pisang Coklat Super Pisang

Posted on 09/04/2017 By

[ad_1]


Tahun lalu, saya membawa bibit pohon pisang dari rumah kakak saya, Mbak Wulan, di Batam. Beliau memiliki pohon pisang berukuran pendek namun ketika berbuah mampu mengeluarkan buah pisang hingga 12 sisir banyaknya. Buahnya besar-besar, gendut, dengan tekstur lembek mirip seperti pisang cavendish atau sun pride yang banyak dijual di supermarket. Kami mengira pisang ini memang satu jenis dengan cavendish, namun yang membedakan ketika telah matang maka kulit pisang tetap hijau seperti pisang ambon yang banyak dijual dipasaran. 


Kakak saya memiliki serumpun pohon pisang yang ditanam di tepian rumahnya. Tanah di pulau Batam memiliki tekstur yang keras, dan gersang, plus cuaca yang sangat panas, membuat rumpun pisang memiliki lingkar batang yang kecil. Walau begitu, tetap saja ketika berbuah maka jumlah buahnya tidak akan sanggup dihabiskan orang serumah sekalipun. Tiga buah baby pohon pisang lantas saya bawa pulang ke Jakarta, sempat dicegat sama petugas Garuda karena pembungkus yang panjang dan saya bawa ke kabin. Namun ketika dijelaskan bungkusan tersebut adalah pohon pisang yang bakalan luluh lantak jika dimasukkan ke bagasi maka mereka bisa mengerti. Jadilah si bibit pisang bermigrasi ke Ibukota. ^_^

Resep Bolu Pisang Coklat
Resep Bolu Pisang Coklat


Karena tanah di rumah Pete yang kurang menunjang jika ditanam pohon berukuran besar – saya sudah mencoba menanam pepaya dan semuanya mati dengan sukses ketika menjelang berbuah – maka ketiga bibit pisang tersebut saya berikan ke-tiga orang saudara. Satu bibit terbesar pindah ke rumah adik saya, Wiwin, di Mampang, satu bibit ukuran medium diadopsi oleh adik saya, Tedy, dan ditanam di Cilebut, dan pohon pisang terakhir yang paling kecil ukurannya pindah ke rumah Bu Lik saya di Depok. Pesan saya ketika menyerahkan pohon-pohon tersebut adalah, “Jangan lupa ya, nanti kalau sudah berbuah kalian harus kasih upeti ke yang membawa pohon pisang ini dari Batam.” Dan dijawab dengan kata-kata, “Tenang saja, kita juga gak bakalan habis makan buahnya yang katanya banyak itu.” ^_^

Dasar iseng, perkembangan pohon pisang kemudian kami pantau dan informasi di-sharing melalui group WA keluarga. Foto-foto dibagikan dan kami pun bertukar komentar. Pohon pisang di rumah adik saya, Wiwin, ditanam di pekarangan depan rumah, diantara tanaman hias di tamannya yang imut namun terawat rapi. Berbeda dengan saya yang suka menanam tanaman buah, sayur, dan tanaman yang bisa dimakan baik daun maupun buahnya, maka adik saya lebih suka menanam tanaman demi keindahan dan estetika. Tapi pisang pendek dengan buah ‘segambreng’ membuatnya berminat dan kali ini bersedia tamannya diacak-acak.



Pohon pisang Tedy, di Cilebut, ditanam dibelakang rumah. Kurang maksimal mendapatkan sinar matahari menurut saya, karena ternaungi teras belakang. Tapi sebenarnya bukan itu yang membuat pertumbuhannya ‘sedikit’ terganggu. Adik ipar saya, Diar, gemar memasak pepes dan sejenisnya, dan si daun pisang berkali-kali dipanen untuk pembungkus pepes dan sebagai alas loyang ketika mengukus nugget. Belum lagi keponakan saya, si kecil Aruna yang suka duduk nongkrong dibawah pohon pisang dan menyobek daunnya menjadi helaian pita kecil. Pohon pisang kedua pun tumbuh stagnan dan sangat jauh tertinggal pertumbuhannya dibandingkan saudaranya yang di Mampang. 


Pohon pisang di Depok, adalah bibit terkecil yang saya bawa. Tingginya waktu itu hanya sekitar 30 cm ketika saya berikan ke Bu Lik di Depok. Karena tidak memiliki halaman tanah terbuka, maka si bibit kemudian ditanam ditepian selokan belakang rumah yang hanya memiliki sisa tanah selebar 20 cm. Tak dinyana bibit tersebut ternyata menyimpan sebuah bibit kecil lain disampingnya, sehingga ketika tumbuh besar berubah menjadi 2 buah pohon pisang. Walau ditanam dilahan seluas 20 cm, pohon  tumbuh dengan super subur dan jauh melebihi bibit yang ditanam di Cilebut. Di  group WA, kami pun saling mengolok-olok dan bercanda, bahwa pisang Cilebut paling menderita dan jawaban adik saya, Tedy, “Yah, kalian kan masih lama panen buah pisangnya, kami udah panen daunnya lebih dulu.” Tapi hasilnya sudah bisa ditebak, kala pisang di Mampang dan Depok telah mengeluarkan buah maka hanya pohon pisang di Cilebut saja yang hingga kini tidak menunjukkan tanda-tanda kemajuan. Tobat! 

Resep Bolu Pisang Coklat


Tanah taman yang subur dan selalu diberi pupuk kandang di Mampang, membuat si pisang serasa menemukan surga dan tumbuh besar dengan cepat. Lingkar batangnya jauh lebih besar dibandingkan dengan induknya di Batam dengan daun lebar, hijau dan rimbun, membuatnya terlihat jumbo. “Ini kamu beneran pisang pendek? Kenapa besar banget begini jadinya?” Tanya Wiwin mulai panik kala kami duduk diteras sambil memandangi taman yang berubah menjadi kebun pisang. “Iya pisang kuntet, setidaknya sih di Batam begitu tapi kenapa disini jadi gajah begini daku juga tak mengerti,” jawab saya dengan perasaan was-was. Dalam hati saya membatin, Tuhan bagaimana jika ternyata pisang ini bukan jenis yang pendek? “Tapi batangnya sih pendek, kalau dibandingkan pisang kepok. Coba berdiri disampingnya, tingginya paling hanya 160 meter.” Lanjut saya menenangkan diri sendiri. Dugaan saya karena tanah taman yang sangat subur membuat si pisang memiliki penampakan berbeda dibandingkan dengan nenek moyangnya yang ditanam di rumah kakak saya di Batam.


Delapan bulan di Mampang, si pisang mulai mengeluarkan bunga dan disusul buah berderet panjang hingga sampai 12 sisir banyaknya. Wiwin meloncat kegirangan, tepatnya keponakan saya, Fatih, putra bungsu Wiwin yang super happy melihatnya. Si kecil ini penggemar pisang kelas berat. Karena sarat buah maka pohon pun menjadi condong ke depan. Takut si pisang akan rubuh dan patah, maka adik saya meminta Pak Lik Nardi (suami Bu Lik saya di Depok) untuk membuatkan penyangga. “Buat model T saja dari kayu yang bagus, jadi gak bikin jelek taman,” kata adik saya yang tetap berusaha mempertahankan estetika tamannya, walau saat ini telah berubah menjadi taman pisang. Instruksi tersebut ternyata tidak bisa dijalankan dengan maksimal karena, “Kayu mahal, cuman buat penyangga saja masa harus beli kayu 1 lonjor. Pakai kayu bekas saja,” kata Pak Lik. Ketika Wiwin pulang dari kantor, dia menemukan pohon pisangnya disangga dengan kayu bekas yang jelek, penuh cat dan cacat disana-sini, plus berbentuk seperti tangga besar dengan beberapa palang, sehingga saya menyebutnya, “Tangga menuju banana.” Adik saya hanya memandangnya dengan tatapan pasrah. ^_^

Resep Bolu Pisang Coklat
Resep Bolu Pisang Coklat


Membutuhkan waktu empat bulan lamanya dari si bunga pisang muncul hingga buahnya bisa matang sempurna dan layak dikonsumsi. Dan minggu lalu, kami panen pisang hasil kebun, eh taman sendiri. Saya mendapatkan sisir paling atas sebagai upeti, satu sisir berisikan sekitar 14 buah pisang yang berukuran besar. Saat diterima kondisinya masih keras, belum layak makan. Keesokan harinya dua buah pisang matang dan langsung saya santap. Hari ketiga, pisang matang semua, membuat saya puyeng hendak mempermaknya menjadi apa. Hari keempat, teksturnya berubah menjadi sangat lembek dan menunjukkan tanda-tanda mengkhawatirkan sehingga saya segera memasukkannya ke dalam kulkas. Saat weekend akhirnya saya terpaksa membuatnya menjadi bolu pisang coklat yang kali ini diposting. Terus terang saya sudah kehabisan ide hendak membuat pisang menjadi makanan apa, apalagi dengan tekstur yang sangat lunak sepertinya memang hanya tepat dihancurkan dan dicampur bersama adonan atau smoothie.


Membuat bolu ini sangat mudah, cukup hancurkan pisang menggunakan garpu sehingga testurnya lumat namun sedikit kasar. Karena stok pisang over matang yang saya miliki banyak, maka saya menggunakannya cukup banyak di resep. Bagi anda yang sering bertanya, “Mbak, apakah porsi pisang bisa ditambahkan soalnya rasa pisangnya kurang terasa,” atau “Kok rasa pisangnya nggak nendang ya? Kalau saya tambahkan lagi bakalan bantat nggak?” Maka bolu yang ini terasa ‘super pisang’ walau telah saya tambahkan cukup banyak coklat bubuk didalamnya. Rekan-rekan kantor yang mencicipinya berkomentar, “Lagi punya banyak stok pisang ya Mbak? Bolunya terasa banget pisangnya.” Jadi bagi penyuka pisang maka saya rekomendasikan resep bolu yang satu ini untuk dicoba.

Resep Bolu Pisang Coklat


Agar teksturnya mengembang dan lembut, maka saya mengocok telur dan gula hingga berjejak atau ribbon stage. Bagi anda yang pernah bertanya ke saya, “Berapa lama waktu yang diperlukan hingga tercapai ribbon stage?” Jawaban saya, “Tergantung jenis, merk dan tingkat kecepatan mikser kala dipergunakan, karena beda jenis, tipe dan kecepatan maka berbeda juga waktu yang diperlukan untuk mengocok.” Saya sendiri tidak pernah menggunakan patokan waktu saat mengocok adonan, bagi saya melihat tekstur adonan jauh lebih penting.  Ribbon stage ditandai dengan adonan yang mengembang berkali-kali lipat, berwarna pucat, dan tekstur adonan pekat. Ketika alat pengocok diangkat dan adonan menetes jatuh maka akan meninggalkan jejak seperti pita yang melingkar selama beberapa detik dipermukaan adonan sebelum kemudian lenyap.  


“Apakah adonan bisa mengalami over mixing?” Yep, bisa. Adonan yang terlalu lama dikocok akan memiliki tekstur kaku dan ketika alat pengocok diangkat maka adonan jatuh dengan agak berat. Adonan yang over mixing walau terlihat mengembang namun akan membuat cake/bolu memiliki tekstur keras dan bantat, sama sekali tidak mantap rasanya. Jadi untuk mencegah hal tersebut terjadi, jika adonan sudah mengembang dengan baik, maka matikan mikser sesekali untuk mengecek apakah ribbon stage sudah tercapai. 




Awalnya saya hendak menambahkan keju untuk memberikan cita rasa gurih di kue. Keju, pisang, coklat, sepertinya kolaborasi yang pas, karena perpaduan rasa asin, gurih dan manis, plus rasa pisang dan coklat yang unik. Sayangnya stok keju cheddar telah habis, jadi akhirnya saya hanya menambahkan chooco chips saja. Karena adonan sudah terlanjur dituangkan ke loyang, sedangkan ide menambahkan choco chips baru terpikirkan maka saya menaburkan butiran coklat tersebut disesi terakhir ketika bolu hendak dipanggang. Hasilnya choco chips hanya tenggelam hingga kebagian tengah bolu saja. 


Secara keseluruhan bolu ini lembut, super pisang dan jika anda hendak mengukusnya maka bolu juga bisa dimatangkan dengan cara kukus. Sisa pisang yang masih banyak akhirnya saya masukkan ke freezer, entah akan dieksekusi menjadi makanan apa lainnya. 


Berikut ini resep dan prosesnya. 


Resep Bolu Pisang Coklat


Bolu Pisang Coklat Super Pisang

Resep hasil modifikasi sendiri

Bahan:

– 6 butir telur, suhu ruang

– 200 gram gula pasir
– 500 – 600 gram pisang sun pride/ambon/ atau pisang jenis apapun lainya. Pastikan benar-benar telah matang dan haluskan dengan garpu.

– 300 gram tepung terigu protein sedang atau serba guna

– 3 sendok makan coklat bubuk

– 2 sendok teh baking powder double acting
– 1/2 sendok teh garam halus
– 180 gram mentega/margarine dilelehkan, atau bisa diganti dengan minyak sayur sebanyak 180 gram

– 150 gram choco chips (optional)


Persiapan: 

Siapkan oven, set disuhu 170’C api atas dan bawah. Letakkan rak pemanggang di tengah oven dan jika oven anda pendek seperti milik saya maka letakkan rak pemanggang di bagian bawah oven. 

Siapkan loyang bundt ukuran diameter 23 cm. Olesi permukaan loyang dengan margarine dan taburi tepung terigu secara merata. Balikkan loyang, ketukkan untuk membuang kelebihan tepung.  Sisihkan.


Siapkan mangkuk, masukkan tepung terigu, garam, coklat bubuk dan baking powder double acting, aduk hingga rata. Sisihkan.


Cairkan mentega dengan api yang sangat kecil, jangan mencairkan hingga mentega mendidih. Jika sebagian mentega telah meleleh matikan saja api kompor dan goyang-goyangkan panci, kondisi panci yang panas akan membuat sisa mentega meleleh sempurna. Atau masukkan mentega ke dalam microwave dan cairkan 1 menit hingga lumer. 


Hancurkan pisang dengan menggunakan garpu, hingga lumat. Sisihkan.

Resep Bolu Pisang Coklat



Cara membuat:

Siapkan mangkuk mikser, masukkan telur dan gula pasir, kocok dengan speed rendah hingga tercampur baik. Naikkan kecepatan menjadi tinggi dan kocok dengan speed tinggi hingga berjejak (ribbon stage). Tandanya, ketika alat pengocok diangkat dan adonan menetes jatuh maka akan meninggalkan jejak seperti pita yang melingkar selama beberapa detik dipermukaan adonan sebelum kemudian lenyap. Matikan mikser.

Masukkan pisang lumat, aduk adonan dengan spatula menggunakan teknik aduk balik secara lembut namun cepat. 


Resep Bolu Pisang Coklat



Masukkan tepung dengan cara diayak langsung diatas adonan dalam 3 tahapan, aduk balik hingga tercampur baik. 

Ambil dua sendok sayur adonan, masukkan ke mangkuk lainnya. Tambahkan mentega cair dan aduk balik hingga tercampur baik. Masukkan adonan yang sudah dicampur mentega ini ke adonan utama, aduk perlahan dengan teknik aduk balik hingga tercampur baik. 


Note: tujuan mengaduk mentega + sedikit adonan ke mangkuk terpisah untuk mencegah over mixing. Minyak lebih berat dibandingkan adonan sehingga cenderung mengendap didasar, membuat kita sulit mencampurnya dengan baik kala diaduk. Dengan mengaduknya bersama sebagian adonan akan membuat kita mudah mencampurkannya bersama sisa adonan lainnya sehingga terhindar dari over mixing. 

Masukkan choco chips dan aduk rata, atau taburkan choco chips di detik terakhir ketika adonan akan dipanggang seperti yang saya lakukan. Tuangkan adonan ke dalam loyang, ratakan permukaannya, taburi choco chips. Panggang selama 55 – 60 menit atau hingga bolu matang. Tandanya ketika lidi ditusukkan ke tengah bolu maka hanya meninggalkan remah lembab di lidi, bukan jejak adonan basah. 


Note: waktu memanggang yang diberikan hanya sebagai guidance saja, lama memanggang bisa berbeda-beda tergantung dari jenis dan merk oven masing-masing. Saya menggunakan oven listrik dan menggunakan api atas bawah, jika menggunakan oven gas maka gunakan api bawah saja. 


Keluarkan bolu dari loyang, diamkan 15 menit untuk membuang uap panas dan membuat bolu tidak hancur ketika dibalikkan. Balikkan bolu ke rak kawat, dan diamkan hingga benar-benar dingin sebelum bolu dipotong. Super yummy!



[ad_2]
Source link

قالب وردپرس

Tanya & Komentar

Artikel     Bolu, Coklat, Pisang, Resep, Super