Resep Mango Slushie & Tips Merawat Gigi

Posted on 09/18/2017 By

[ad_1]


Weekend kemarin, saya lalui dengan problem yang sama, sakit gigi. Tobat. Saya tak mengerti mengapa gigi bermasalah selalu datang menghinggapi diri, padahal sepertinya saya sudah melakukan segala macam tindakan pencegahan. Terkadang saya bertanya-tanya sendiri mengapa orang lain sepertinya adem ayem saja dengan gigi mereka, contohnya rekan-rekan di kantor saya, sementara saya dalam satu tahun pasti mengalami masalah gigi. Sepanjang saya bekerja, rekan yang terkena sakit gigi mungkin hanya 2 atau 3 orang saja, dan itu sudah termasuk saya. Dan sepanjang yang saya tahu juga, saya termasuk yang paling rajin diantara semua orang di kantor dalam merawat gigi. 


Dental floss selalu tersedia di tas, sikat gigi dan pasta gigi siap sedia di laci kantor dan sehabis makan siang menyempatkan diri membersihkan gigi dengan floss dan menyikat gigi di wastafel. Sikat gigi pun selalu menggunakan jenis yang lembut, dan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif. Kedua perlengkapan membersihkan gigi yang saya gunakan ini bahkan saya pilih dengan harga yang lebih mahal dibandingkan umumnya. Walau sudah melakukan tindakan preventif ekstra seperti ini, tetap saja saya yang paling sering minta ijin ke klinik gigi. Bahkan teman-teman kantor hafal historikal saya berhubungan dengan dokter gigi, dan bosan jika saya bercerita tentang gigi dan permasalahannya. Jika sudah seperti ini saya sering menyesal mengapa sejak kecil tidak merawat gigi dengan benar. 😄

Resep Mango Slushie


Saya tidak menyalahkan faktor genetik yang buruk jika berurusan dengan gigi, walau memang keluarga saya memiliki sejarah yang tidak menyenangkan jika berurusan dengan anggota tubuh yang satu ini. Ibu saya sejak remaja telah sering berurusan dengan gigi yang rapuh, dan akhirnya harus menggunakan gigi palsu diusia yang relatif masih muda, sementara alm. Bapak yang termasuk rajin ke dokter gigi sering mengalami gigi keropos dan karang gigi. Saya lebih menyalahkan diri sendiri yang sejak kecil kurang mendapatkan pemahaman tentang kesehatan gigi. Kondisi ekonomi yang susah membuat perawatan gigi bukanlah hal yang menjadi fokus serius bagi kedua orang tua saya, karena memikirkan makanan dan biaya sekolah setiap hari saja sudah cukup berat. Saat itu, jika berhubungan dengan urusan gigi, maka pendapat kami semua sama, yang penting setiap hari gigi disikat dan dibersihkan dua kali sehari sudah bagus. Padahal yang terpenting sebenarnya adalah menyikat gigi sebelum tidur. Kegiatan yang tidak pernah dilakukan ketika masih bocah.


Pergi ke dokter gigi di puskesmas dilakukan jika kondisi gigi sudah super bad, alias rasanya nyut-nyutan dan setiap malam dilewatkan dengan menangis di pojokan kamar merasakan sakit dan memikirkan bengkak di gusi yang terlihat menyembul di pipi. Seingat saya, hanya saya dan adik saya, Wiwin yang paling sering menderita sakit gigi. Saat itu, gigi keropos, gusi bernanah, gusi bengkak, ompong, adalah kondisi biasa. Sementara saat ini sebagian besar keponakan saya bahkan gigi susunya belum copot dan masih terlihat kinclong padahal sudah waktunya berganti gigi, sehingga harus dicabut di dokter gigi. 


Selain masalah kurang rajin membersihkan gigi, maka faktor makanan juga menjadi penyebab lainnya. Sejak kecil saya suka makanan yang ekstrim asam, dan cuka adalah salah satu bahan yang sering dimasukkan dalam saus cocolan atau rujak. Jika sekarang mencicipi jeruk yang terasa sedikit asam saja sudah ogah, maka dulu justru yang asam yang dicari. Belimbing wuluh, mangga muda, jeruk nipis, asam jawa yang masih muda, kedondong, adalah jenis makanan ekstrim yang seringkali digasak akibatnya gigi berangsur keropos, dan kini adalah hari pembalasannya.  Gigi adalah organ tubuh yang kurang mendapatkan perhatian ekstra ketika kondisinya sehat, kurang disyukuri ketika tidak bermasalah. Padahal hampir setiap jam, mereka bekerja, ini untuk kasus saya yang memang maniak mengemil. Namun ketika sedang meradang maka satu butir gigi mampu membuat hidup serasa di neraka. Hm, mungkin terlalu lebay, tapi bagi anda yang pernah merasakan sakit gigi pasti setuju dengan saya. 



Nah, walau saya bukan orang yang tepat memberikan tips merawat gigi, karena saya sendiri saat ini sedang sakit gigi. Namun berikut beberapa tips yang bisa saya paksakan untuk diberikan, semata-mata agar kita semua aware dengan pentingnya merawat organ tubuh yang sangat aktif bekerja ini. Semua tips ini berdasarkan pengalaman pribadi dan keluarga saya. 


1, 2 dan 3: Gosok gigi sebelum tidur. WAJIB! Yang ini benar-benar tidak bisa diganggu gugat karena sangat penting. Bayangkan sisa-sisa makanan bersemayam berjam-jam lamanya di sela-sela gigi saat kita tidur, membusuk disana dan kuman-kuman berpesta pora di dalam mulut kita!


4. Gunakan dental floss untuk membersihkan sela gigi. Menyikat gigi saja kurang maksimal, karena makanan yang terselip di sela-sela gigi susah hilang dengan bulu-bulu sikat. Memang merepotkan, tapi saya punya pengalaman gigi berlubang diantara dua buah gigi, sehingga sulit untuk ditambal. Jika terlalu ribet, lakukan kegiatan ini saat akan tidur saja. 

5. Kurangi makanan asam, terutama cuka, dan jika makan makanan manis segera kumur atau menyikat gigi. Hindari juga makanan yang ekstrim panas atau dingin.  Makanan asam, manis, dingin dan panas membuat gigi rapuh, merusak enamel gigi, dan membuat gigi mudah keropos. 

Resep Mango Slushie


6. Gunakan sikat gigi yang memiliki bulu-bulu lembut. Bulu sikat yang terlalu keras merusak enamel, dan juga gusi. Merk andalan saya untuk sikat gigi adalah Jordan, ini bukan iklan. Saya pakai yang ‘very soft‘. Sayangnya sikat gigi ini kadang susah ditemukan di pasaran sehingga kalau kami bertemu maka saya akan membelinya sekaligus banyak untuk stock. Sikat gigi sebaiknya dipakai antara 3 – 4 bulan atau ketika bulu-bulunya sudah mulai rebahan. 


7. Jangan sikat gigi dengan sekuat tenaga karena gusi bisa naik sehingga akar gigi terbuka Beberapa gigi saya mengalami masalah ini akibat menyikat gigi kuat-kuat. Bukannya gigi menjadi bersih tapi justru masalah lainnya muncul, gigi menjadi linu dan mudah berlubang. Lakukan gerakan menyikat dengan perlahan dan lembut. 


8. Gunakan pasta gigi yang lembut dan tidak terlalu berbusa. Busa banyak biasanya pastanya mengandung detergen dan keras buat gigi. Saya pribadi menggunakan pasta untuk gigi sensitif karena terasa nyaman dan tidak membuat linu di gigi.


9. Jangan menggunakan pasta gigi pemutih. Umumnya pasta gigi jenis ini mengandung partikel halus yang walau kata promosinya aman buat gigi tapi kenyatannya bisa membuat enamel gigi terkikis. Jika dipakai dalam jangka panjang maka enamel bisa hilang dan gigi menjadi terasa linu. 



10. Kumur-kumur dengan mouth wash. Tips no. 10 ini sebenarnya tidak terlalu urgent, tapi tidak ada buruknya dilakukan. Jika dilakukan rutin bisa mengurangi timbunan karang dan mencegah lubang di gigi.


11. Banyak makan buah, sayur dan makanan berserat, karena bisa membantu membersihkan gigi. 


12. Banyak minum air putih. 


13. Setidaknya setiap 6 bulan sekali berkunjung ke dokter gigi untuk mengecek karang gigi, lubang atau masalah gusi. Lebih baik gigi diperbaiki ketika masalahnya belum berat, karena kalau sudah menjalar kemana-mana, selain sakit, merepotkan, juga membuat kantong bolong. Ini curhat terselubung. 


14. Jangan buru-buru mencabut gigi jika berlubang atau terasa sakit. Selama gigi masih bisa dipertahankan maka usahakan untuk tidak dicabut. Jika harus dicabut maka isi gusi yang kosong tersebut dengan gigi palsu agar gigi sebelahnya tidak bergeser mengisi sela. Susunan gigi kuat karena mereka tersusun rapat dan saling menopang satu sama lain. Ketika satu gigi hilang, maka gigi-gigi disebelahnya akan saling bergeser, membuat gigi renggang, akibatnya gigi menjadi lemah dan mudah goyang. Ini pengalaman adik saya yang karena salah penanganan dokter gigi pernah mencabut banyak giginya sekaligus, akibatnya kini hampir semua giginya terasa goyang. Ketika implant hendak dipasang, dokter meminta tindakan operasi untuk menaikkan posisi gusi yang turun karena bertahun-tahun kosong tanpa gigi, baru implant bisa dipasang dengan benar. Hingga saat ini adik saya belum melakukannya karena ‘ngeri’ dengan operasinya dan biaya yang besar. 

Resep Mango Slushie


Biasanya jika gigi sakit itu karena permasalahan akar gigi, artinya saraf diakar giginya bermasalah. Dokter gigi yang baik umumnya akan menganjurkan treatment yang namanya root canal, atau perawatan saluran akar gigi. Jadi tidak langsung menyuruh mencabut gigi, karena semaksimal mungkin kita harus mempertahankan gigi. Gigi asli berkali-kali lebih oke dibandingkan implant. Kecuali jika kondisi gigi sudah hancur, keropos dan akar giginya pun tidak bisa lagi dipertahankan maka baru gigi dicabut. Karena walau kondisinya berlubang besar, keropos, namun akar gigi masih baik, dokter tetap bisa memasang crown untuk memberbaiki tampilannya. Perawatan saluran akar ini berarti membersihkan saluran akar gigi yang mengalami infeksi. Dalam kasus saya yang sudah dua kali mengalami ini, maka gigi akan dibor untuk membuka saluran akar. Akar gigi yang terinfeksi kemudian dibersihkan dan saraf dimatikan. Karena akar gigi sudah tidak memiliki isi, maka otomatis kondisinya tidak akan sekuat gigi normal, saat itu dokter akan menanamkan material didalam saluran akar dan menutup gigi kembali. 


Proses ini tidak bisa dilakukan hanya dalam satu kali kunjungan, bisa berkali-kali. Dalam satu kasus gigi saya bahkan sampai 6 kali karena gigi geraham atas tersebut memiliki 3 saluran akar dan sulit dibersihkan. Selama gigi masih sakit ketika diajak mengunyah makanan maka dokter belum akan menutup gigi secara permanen. Apakah prosesnya terasa sakit? Nah karena bius lokal beraksi ditindakan ini, maka kita tidak akan merasakan sakit sedikitpun kecuali tentu saja mendengar suara mesin bor dan alat pembersih akar (seperti jarum kecil) saat bekerja, dan itu cukup ‘mengerikan’. Walau begitu saya tetap rela menjalaninya dibandingkan harus mengorbankan  gigi dan menggantinya dengan gigi palsu. 😆

Resep Mango Slushie



Wokeh sekarang menuju ke resep mango slushie yang saya share kali ini. Belakangan ini di mall sedang heboh dijual jus mangga Thailand yang diberikan krim dan potongan mangga. Anda mungkin salah satu yang rela antri membelinya. Percayalah, membuatnya sendiri sangat mudah dan tidak perlu menggunakan mangga Thailand karena mangga lokal seperti arumanis pun mantap. Nah mango slushie yang saya posting ini mungkin tidak mirip 100% dengan jus mangga yang sedang heboh tersebut, namun rasanya sedap, membuatnya pun mudah. Tipsnya adalah gunakan mangga yang benar-benar matang pohon. Jenis mangga apapun oke, namun saya memilih mangga arum manis masak pohon yang super sweet dan warnanya pun jingga. Saat musim kemarau seperti ini mangga sedang musim-musimnya, jadi rasanya tidak sulit untuk mempraktekkan resep ini dirumah. 


Slushie atau slush atau slushy, adalah minuman (atau makanan) yang terbuat dari buah-buahan yang dibekukan dan diblender hingga smooth. Jadi sebenarnya mirip-mirip dengan smoothie. Tapi bisa juga air yang diberikan pewarna dan perasa buah, atau minuman soda yang dibekukan dan diproses hingga halus. Untuk membuat mango slushie maka bekukan potongan mangga terlebih dahulu agar ketika diblender kondisinya padat. Saya mencampurkan potongan mangga dengan susu kental manis dan sedikit krim kental beku dan diproses diblender biasa. Susu kental manis disesuaikan dengan rasa mangganya ya, jika mangga kurang manis maka porsinya bisa ditambah, dan sebaliknya. Yang jelas susu kental manis, mangga dan krim kental menciptakan rasa yang super maknyus. 

Resep Mango Slushie


Nah agar tampilannya mirip-mirip dengan jus mangga Thai kekinian, maka sedikit whipping cream, potongan mangga dan jus mangga yang agak cair kemudian ditata dipermukaan slushie di gelas. Saran saya, gunakan gelas yang agak tinggi supaya tampilannya terlihat cantik. Berhubung saya tidak memilikinya maka saya hanya menggunakan gelas pendek andalan. 


Untuk rasanya mantap, dan cocok buat penderita sakit gigi seperti saya yang sedang menghindar mengunyah makanan keras. Berikut resep dan prosesnya ya. 

Resep Mango Slushie



Mango Slushie

Resep hasil modifikasi sendiri

– 1 1/2  buah mangga arum manis yang benar-benar matang, potong dadu dan bekukan di freezer

– 100 ml krim kental (heavy whipping cream), bekukan

– 5 – 8 sendok makan susu kental manis (tergantung manis atau tidaknya mangga yang digunakan)

Bahan krim kocok:

– 150 ml whipping cream, kondisi dingin dari kulkas.

– 2 sendok makan gula bubuk

Bahan jus mangga:

– 1 buah mangga arum manis yang benar-benar matang, potong dadu

– 200 ml air es

Topping:

– potongan es batu secukupnya

– 1/2  buah mangga arum manis potong dadu untuk hiasan

Cara membuat:

Resep Mango Slushie


Siapkan 3 buah gelas saji. Sisihkan.

Siapkan blender, masukkan semua bahan slushie. Untuk susu kental manis, semakin manis mangga maka porsinya bisa disesuaikan selera. Tekan ‘pulse’ 3 kali untuk mencampur semua bahan dan membuat pisau bekerja lebih baik. Baru kemudian proses hingga semua bahan slushie menjadi smooth. Tuangkan  slushie sama rata ke 3 buah gelas yang sudah disiapkan, sisihkan. Kembalikan gelas blender ke mesin, kita akan membuat jus mangga. 

Siapkan blender, masukkan semua bahan jus mangga, proses hingga smooth. Jika terlalu kental tambahkan air es agar sedikit encer. Jika kurang manis, tambahkan gula sesuai selera. Sisihkan. 

Membuat krim kocok:

Siapkan mangkuk, masukkan semua bahan krim. Kocok dengan mikser hingga kaku, jangan over mixing, jika krim sudah mengeras segera hentikan mengocok. 

Resep Mango Slushie


Menyajikan slushie:

Sendokkan krim kocok ke masing-masing gelas berisi slushie, banyaknya krim sesuai selera. Tata es batu dan potongan mangga di masing-masing gelas. Siram permukaannya dengan jus mangga dan santap kala dingin. Super yummy!



[ad_2]
Source link

قالب وردپرس

Tanya & Komentar

Artikel     Gigi, Mango, Merawat, Resep, Slushie, Tips