Resep Manisan Mangga dengan Lemon Cui

Posted on 10/04/2017 By

[ad_1]

Jika ada buah dengan banyak kisah dalam hidup saya, maka mangga masuk dalam peringkat pertama. Saya bahkan bisa menuliskan sebuah novel tipis yang berisikan mengenai cerita saya dan mangga saking buah ini meninggalkan banyak kisah suka dan duka. Dulu ketika keluarga saya masih tinggal di Tanjung Pinang, tepatnya didaerah bernama Batu Dua, seorang tetangga dengan halaman yang super luas memiliki beberapa pohon mangga tua. Salah satu pohonnya, saking tuanya memiliki batang kekar dengan diameter cukup lebar dan tumbuh tinggi menjulang. Ketika sedang musim, buah-buah ranumnya yang bergelantungan susah untuk diraih bahkan dengan galah terpanjang sekalipun, akibatnya si pemilik tidak pernah memanen buahnya. 


Setiap pagi, tepatnya subuh, pekerjaan saya yang utama sebelum bersiap-siap berangkat ke sekolah yang terletak di sebelah rumah adalah mengecek halaman si tetangga, apakah ada buah mangga yang jatuh tergeletak dibawah pohon. Terkadang satu atau dua buah ranum jatuh di tanah yang keras, dan percayalah tidak ada mangga yang lebih sedap selain mangga mengkal masak pohon yang baru saja jatuh dari pohonnya.  

Resep Manisan Mangga dengan Lemon Cui

Satu hari di pagi buta, saya sudah berlari ke rumah tetangga sebelah. Pekarangan rumah kami dan rumah tetangga tidak dibatasi pagar sama sekali, terbuka, dan membuat siapapun bisa leluasa berjalan-jalan di halaman yang luas. Hati saya berdoa semoga ada sebuah mangga ranum tergeletak di bawah sehingga saya bisa pulang dengan perasaan senang dan dengan bangga menunjukkannya ke Ibu di rumah. Pagi masih sedikit gelap, titik-titik air di udara menggantung dalam bentuk kabut yang cukup tebal, memenuhi pekarangan dan menyulitkan saya untuk melihat dalam jarak lebih dari 10 meter. Bagi bocah cilik lain, pasti terasa mengerikan berjalan dalam gelap di halaman yang penuh dengan pepohonan yang meraksasa, tapi saya sama sekali tidak merasa takut. Sejak kecil, alam selalu membuat saya merasa happy dan tenang. Berjalan diantara pepohonan, sela dedaunan dan rumput lembut dibawah kaki memberikan sensasi damai yang sulit dilukiskan dengan kata-kata. 


Baru berjalan selama lima menit, saya mendengar suara ‘gedebuk’ yang cukup keras. Hati saya berteriak gembira, dan kaki ini segera terbang ke jalan kecil yang terletak di sisi pohon. Jalan berbatu ini menghubungkan halaman rumah kami dan tetangga dengan jalan besar di depan kompleks TNI AU, tempat Bapak bekerja. Rumah kami memang terletak di sebuah bukit di belakang kompleks markas tentara tersebut. 

Resep Manisan Mangga dengan Lemon Cui
Resep Manisan Mangga dengan Lemon Cui



Saya tahu suara ‘gedebuk’ keras itu adalah mangga yang jatuh, dan dari suaranya yang dahsyat bisa ditebak buah tersebut berukuran besar. Gelapnya jalanan dan pekarangan membuat saya cukup kesulitan mencarinya. Kala sedang sibuk memelototi jalanan, sayup-sayup saya mendengar langkah kaki diseret yang berjalan mendekat. Perlahan kesadaran mulai merambati diri, betapa sepinya jalanan dan pekarangan tersebut, dan betapa gelapnya. Andai terjadi sesuatu pada saya maka berteriak sekencang apapun tidak akan ada seorangpun yang datang menolong, karena jauhnya jalan dengan rumah tetangga, apalagi rumah saya. Jantung mulai berdegup kencang penuh rasa takut, langkah kaki diseret itu semakin mendekat dan arahnya jelas menuju ke posisi saya berdiri. Di tengah rasa panik mendera, saya pun berjongkok di samping batang besar pohon mangga, diantara sesemakan yang cukup rimbun dan diam disana selayaknya patung. Pemilik langkah kaki tersebut adalah seorang pria setengah baya yang berjalan terhuyung-huyung mabuk dengan sebuah botol ditangan. Susah payah dia berjalan menyeret kaki yang seakan seberat barbel puluhan kilogram. Boro-boro sadar dengan sekelilingnya, saat itu dia tampak siap ambruk dalam hitungan menit. 


Ketika pria tersebut sudah menjauh, nafas yang tertahan sejak tadi akhirnya berani saya hembuskan. Dasar anak kecil, saya segera kembali mencari mangga incaran! Sinar matahari yang mulai menyembul membantu menemukan si mangga yang tidak jauh tergeletak. Mangga tersebut berukuran besar, mengkal, ranum dan sama sekali tidak terlihat memar atau busuk. Ketika tiba dirumah, saya sama sekali tidak menceritakan pengalaman mendebarkan yang baru saja terjadi ke Ibu dan saudara di rumah. Ibu pasti akan melarang saya mengeksplorasi halaman tetangga untuk mencari mangga di pagi buta di kemudian hari. Sebenarnya, mangga tersebut adalah mangga terbaik yang pernah saya temukan karena di esok-esok harinya tidak ada penemuan semantap itu. 😁

Resep Manisan Mangga dengan Lemon Cui

Kembali ke resep manisan mangga dengan lemon cui yang saya posting kali ini. Manisan sejenis sempat booming beberapa waktu yang lalu, tidak menggunakan buah mangga melainkan rambutan yang manis. Beberapa vendor menjual manisan rambutan dalam lemon cui ini dan harganya tobat mahalnya, mengingat bahan yang digunakan hanya rambutan (yang kalau sedang musim sangat murah harganya), dan air jeruk lemon cui. Nah lemon cuinya inilah yang memang agak susah ditemukan, terkadang supermarket menjualnya setiap hari, terkadang tidak pernah ditemukan di pasaran berhari-hari. Kebetulan minggu lalu saya memperoleh sebungkus jeruk ini dari toko buah di sebelah kantor, plus mangga Indramayu yang sedang pas mengkalnya. Mangga tersebut tidak terlalu matang, tekstur dagingnya masih keras, dengan sedikit rasa manis dan asam. 


Membuat manisan mangga dengan lemon cui ini super duper mudah, semua bahan cukup diceburkan menjadi satu, aduk rata dan simpan di kulkas agar dingin. Saya menambahkan butiran biji delima, oleh-oleh adik saya beberapa waktu yang lalu. Buah lain yang bisa digunakan tentu saja tidak terbatas, jika anda hendak menggunakan rambutan maka cari buah yang mudah dikupas dari bijinya, sehingga kuah manisan mampu meresap dengan baik ke daging buah.

Resep Manisan Mangga dengan Lemon Cui

Kunci membuat manisan seperti ini adalah balancing rasa asam, manis dan asin. Karena jeruk lemon cui memberikan rasa asam yang kuat maka porsi gula terpaksa diberikan cukup banyak. Takaran di bawah yang saya berikan bisa disesuaikan dengan selera, termasuk juga berapa banyak cabai rawit yang hendak dipakai. Jika menghendaki manisan yang agak berkuah maka tambahkan porsi air di resep, saya sendiri menyukai manisan dimana buah yang digunakan mampu terendam dengan baik namun tidak terlalu berair. 


Manisan ini tahan selama 4 hari di chiller kulkas. Rasanya segar dan pas disantap ketika cuaca sedang panas-panasnya. Berikut resep dan prosesnya ya.

Resep Manisan Mangga dengan Lemon Cui



Manisan Mangga dengan Lemon Cui

Resep hasil modifikasi sendiri

– 1 buah mangga Indramayu yang mengkal, iris tipis

– 20 buah jeruk lemon cui, belah menjadi 2 bagian dan peras airnya

– 3 sendok makan biji delima merah, optional

– 4 buah cabai rawit merah, iris tipis

– 4 sendok makan gula pasir

– 1 sendok teh garam

– 150 – 200 ml air dingin

Note:

Lemon cui bisa digantikan dengan air jeruk keprok (jeruk medan, mandarin) atau sunkist. Tambahkan 2 sendok makan air jeruk nipis atau jeruk lemon untuk rasa asam. 

Cara membuat:

Siapkan  mangkuk atau stoples kaca yang memiliki tutup. Masukkan semua bahan, kocok atau aduk hingga rata. Simpan di kulkas selama minimal 2 jam. Santap selagi dingin. Super yummy.

Note: lemon cui sangat asam rasanya, sesuaikan garam dan gula sesuai selera. 



[ad_2]
Source link

قالب وردپرس

Tanya & Komentar

Artikel     Cui, dengan, Lemon, Mangga, Manisan, Resep