Resep Starbucks Double Chocolate Brownies

Posted on 09/04/2017 By

[ad_1]

Hanya ada satu kue yang saya suka jika sedang duduk di Starbucks, apalagi jika bukan Double Chocolate Browniesnya yang nendang.  Bahkan menurut saya, kue tersebut merupakan brownies tersedap yang pernah saya cicipi dari sekian jenis brownies yang pernah saya coba, baik yang dibeli di bakery maupun yang saya buat sendiri di rumah. Sejak dulu tekstur dan rasa brownies Starbucks selalu menjadi acuan ketika mengeksekusi satu resep brownies, namun walau sudah membuat aneka brownies berkali-kali belum ada satupun yang mendekati kelezatan si double chocolate brownies tersebut. 

Nah beberapa minggu lalu, usai berbuka puasa bersama teman saya, Sintya, kami lantas singgah di Starbucks di Plaza Senayan untuk menghabiskan waktu. Saya memesan segelas hazelnut latte sedangkan Sintya memilih es coklat. Sepotong brownies turut juga dipesan untuk disantap berdua. Double chocolate browniesnya padat namun lembut, fudgy, dan super nyoklat. Kue tersebut dipotong berbentuk persegi panjang sekitar 6 x 10 cm dengan ketebalan hanya 2 cm saja. Tampilannya padat dan terlihat keras ketika masih dipajang di etalase, namun saat telah dipanaskan di microwave akan terlihat super moist, lembut dengan lelehan coklat menghiasi di permukaannya. Rasanya yang manis sangat pas jika disantap bersama kopi atau teh yang agak pahit. Setelah sepotong brownies masuk ke perut, kali ini saya
berjanji untuk mencobanya kembali  dirumah. Dan kali ini eksperimen tersebut
harus, kudu, sukses! ^_^

Resep Starbucks Double Chocolate Brownies JTT


Eksperimennya sendiri ternyata baru bisa dilakukan tadi malam sepulang kantor, padahal saya telah berjanji hendak membuatnya kala weekend kemarin. Ini karena di hari Sabtu, sejak pagi, saya telah sibuk berkebun dan mengganti semua media tanam yang sudah mengeras di pot dengan tanah kompos baru yang dibeli di tukang kembang di daerah Cipete. Pohon jeruk purut yang saya miliki sejak bertahun-tahun yang lalu telah menjulang tinggi, kurus di dalam sebuah pot kecil yang sama sekali tidak sesuai dengan tubuh bongsornya. Kali ini saya meletakkannya ke pot yang lebih besar dan mengganti medianya dengan tanah kompos yang subur, memangkas banyak rantingnya dan menyimpan daun-daun jeruk hasil pangkasan di freezer. Saya yakin kali ini si jeruk akan tumbuh sangat subur dan menghasilkan banyak daun-daun segar yang lebih lebar. 


Tak terasa saya menghabiskan waktu setengah hari penuh membereskan tanaman di halaman, memangkas tanaman, dan mengganti hampir semua media tanam di pot. Ketika sudah panas dan bersemangat seperti ini saya memang sulit untuk berhenti bergerak, namun untuk memulai dan mencapai kondisi seperti itu butuh waktu yang lama, tergantung mood saat itu. Tapi memang akhir-akhir ini saya sedang bersemangat untuk bercocok tanam, tepatnya sejak setiap hari mengisi waktu sepulang kantor dengan menonton aneka video berkebun di You Tube. Sering kali tangan ini terasa gatal hendak segera meraih sekop, ketika melihat tanaman biasa yang terlihat sangat cantik karena dirawat dengan baik dan dikemas dalam pot yang chic. Di depan rumah Pete, aneka sansiviera dan dieffenbachia (blanceng) terlihat mengenaskan antara hidup segan mati pun ogah. Padahal ketika diselamatkan dan diletakkan di dalam pot, serta permukaan daun dilap hingga bersih dan mengkilap, maka tanaman ‘ndeso’ ini bisa menjelma  menjadi cinderella.

Resep Starbucks Double Chocolate Brownies JTT



Wokeh kembali ke brownies yang saya posting kali ini. Proses membuatnya sangat mudah, adonan hanya perlu diaduk-aduk saja, namun untuk membuat kue ini terasa spesial adalah penggunaan coklat (baik bubuk maupun compound) yang banyak jumlahnya. Saya memakai sekitar 35 gram coklat bubuk dan 250 gram coklat compound (DCC), terlihat sangat banyak tapi brownies di Starbucks memang terasa sangat nyoklat. Agar tidak terasa pahit karena porsi coklat yang banyak maka saran saya gunakan coklat bubuk berkualitas. Adonan tidak memerlukan pengembang seperti baking soda atau baking powder, tujuannya agar teksturnya tetap padat dan legit. Kendala membuat brownies di resep-resep terdahulu yang pernah saya coba adalah karena menggunakan pengembang (walau dalam porsi yang sangat sedikit) membuat brownies memiliki tekstur berpori seperti cake. Kondisi itu sama sekali tidak diinginkan karena brownies yang sedap menurut saya kudu padat, fudgy, tidak berpori namun empuk dan lembut. 


Semua bahan cukup diaduk hingga tercampur rata, kemudian dituangkan ke loyang. Perlu diperhatikan karena brownies nantinya tidak akan dibalik kala telah matang maka sisakan kertas baking sedikit lebih panjang disisi loyang. Kertas baking yang menjulur ke luar loyang ini akan membantu kita mengeluarkan brownies ketika telah matang.

Resep Starbucks Double Chocolate Brownies JTT
Resep Starbucks Double Chocolate Brownies JTT

Setelah adonan dituangkan ke loyang maka permukaannya perlu ditaburkan dengan potongan coklat compound yang dipotong kubus. Jika anda bisa menemukan chocolate chips dengan kepingan lebar seperti ini maka jenis coklat tersebut bisa digunakan. Saya sendiri memotong coklat compound menjadi berukuran 1 cm x 0,5 cm. Tata potongan coklat satu persatu (jangan ditebar), agar merata dan seimbang memenuhi permukaan brownies. Beri sedikit tekanan agar sebagian coklat tenggelam, tetapi tidak sampai coklat habis melesak kedalam adonan. Ketika dipanggang maka potongan coklat ini akan meleleh namun tidak tenggelam. 


Pemanggangan juga menjadi faktor penting untuk menghasilkan brownies yang fudgy dan moist. Saya memanggangnya dengan menggunakan oven listrik api atas dan bawah dengan suhu 170’C selama 25 hingga 30 menit. Untuk hasil terbaik, ketika permukaan brownies sudah mengeras coba tes kematangan kue dengan menusukkan sebatang lidi di bagian tengah brownies. Kue dikatakan pas matangnya jika remah-remah kue tampak menempel di ujung lidi, jadi lidi tidak keluar dalam kondisi bersih (licin). Jika masih ada adonan basah yang menempel, masukkan kembali brownies ke oven dan panggang selama beberapa menit. Terlalu lama dipanggang akan membuat brownies menjadi kering dan kehilangan kelembabannya.

Resep Starbucks Double Chocolate Brownies JTT



Berapa lama kue bisa disimpan? Brownies bisa disimpan hingga 2 minggu lamanya di dalam chiller kulkas dalam wadah tertutup rapat. Jika ingin waktu lebih lama lagi, sebaiknya bungkus satu persatu potongan kue dengan kertas baking, tata di dalam wadah dan bekukan di freezer. Brownies yang dibekukan bisa bertahan hingga 3 bulan lamanya, ketika akan disantap cukup panaskan di microwave atau oven, dan kue akan tetap sama sedapnya seperti ketika baru saja matang terpanggang. 


Secara keseluruhan, brownies ini sedap dan mirip dengan double chocolate brownies yang dimiliki oleh Starbucks. Jadi daripada merogoh kocek hampir empat puluh ribu rupiah demi sepotong brownies, mengapa tidak membuatnya sendiri di rumah saja. Biayanya sangat terjangkau dan kita bisa kenyang menyantap brownies sebanyak satu loyang! Untuk kasus saya, kue ini habis dibagi-bagikan teman-teman di kantor dalam sekejap saja. ^_^


Berikut resep dan prosesnya ya.

Resep Starbucks Double Chocolate Brownies JTT

Starbucks Double Chocolate Brownies

Resep hasil modifikasi sendiri 

Bahan:

– 65 gram tepung terigu protein sedang (serba guna) atau protein rendah

– 35 gram bubuk coklat

– 40 gram kopi instan 3 in 1 (sachet), saya pakai 2 sachet masing-masing berat 20 gram (optional)

– 1/8 sendok teh garam

– 115 gram mentega, dilelehkan

– 150 gram gula pasir

– 1 1/2 sendok teh vanilla extract

– 2 butir telur kocok lepas dengan garpu

– 250 gram coklat compound (DCC), potong dadu  

Persiapan:

Panaskan oven, set disuhu 170’C, api atas dan bawah, letakkan rak pemanggang di tengah oven. Siapkan loyang diameter 20 cm, alasi dengan kertas baking, sisakan kertas agak panjang disisi loyang supaya brownies mudah diangkat dari loyang karena kue tidak akan dibalik ketika telah matang. Atau olesi loyang dengan margarine dan taburi tepung, sisihkan. 

Siapkan mangkuk, masukkan tepung terigu, bubuk coklat, kopi creamer, dan garam, aduk hingga rata. Sisihkan. 

Cara membuat:

Resep Starbucks Double Chocolate Brownies JTT


Siapkan mangkuk agak besar, masukkan mentega leleh, gula pasir dan vanilla extract, aduk rata. Tuangkan telur kocok dan aduk dengan kuat hingga gula larut dan adonan tercampur baik. 

Masukkan campuran tepung dengan cara diayak langsung diatas adonan mentega, aduk dengan spatula hingga tercampur baik. Masukkan 2/3 potongan coklat (sisanya digunakan untuk taburan), aduk hingga rata. Jangan over mixing atau berlebihan mengaduk, jika sudah tercampur segera hentikan mengaduk, berlebihan mengaduk akan membuat adonan menjadi bantat.
Resep Starbucks Double Chocolate Brownies JTT

Tuangkan adonan ke loyang yang sudah disiapkan, ratakan permukaannya. Tata potongan coklat di permukaan adonan secara merata, sedikit tekan agar setengah potongan coklat agak tenggelam. 

Panggang di oven selama 25 – 30 menit, jangan over baked, tes dengan tusuk lidi. Brownies dianggap telah matang jika lidi menempel remah-remah kue (bukan keluar dalam kondisi bersih atau masih basah). Berlebihan memanggang akan membuat brownies kering dan tidak moist. Keluarkan loyang dari oven, biarkan kue agak mendingin di loyang agar tidak terlalu fragile.

Angkat kue dengan menarik sisa kertas baking yang menjulur keluar loyang (jangan membalik kue karena akan merusak permukaannya). Letakkan kue di rak kawat hingga benar-benar dingin baru potong-potong sesuai selera. Brownies di Starbuck hadir dalam bentuk persegi panjang karena itu saya memotong brownies menjadi 8 bagian. 

Brownies tahan di kulkas untuk 2 minggu lamanya, atau bungkus masing-masing potongan dengan kertas baking, tata di wadah dan bekukan hingga 3 bulan lamanya. Ketika akan disajikan sebaiknya panggang sebentar di oven atau microwave selama 1 menit agar brownies menjadi moist dan coklat meleleh. Super, duper yummy!



[ad_2]
Source link

قالب وردپرس

Tanya & Komentar

Artikel     Brownies, Chocolate, Double, Resep, Starbucks